Glagah Wangi, Spot Camping Ground ala Desa Sumber Gondo Batu

Camping ground Glagah Wangi Sumbergondo, Batu (sumber: jawa pos)
Camping ground Glagah Wangi Sumbergondo, Batu (sumber: jawa pos)

Pemerintah Kota Batu terus mendorong warganya untuk mewujudkan berbagai terkait sejumlah destinasi wisata terbaru. Bahkan, sejumlah desa di Kota Batu pun berlomba-lomba membuat kampung wisata yang sekaligus berperan sebagai area konservasi. Salah satunya, Desa Sumber Gondo, Kecamatan Bumiaji, Batu, yang saat ini mulai eksis menawarkan area ground baru yakni Gelagah Wangi. Seperti apa sih keunikan tempat camping yang satu ini?

Camping Ground Glagah Wangi

Hutan dikenal sebagai salah satu sumber daya alam yang memiliki jenis keanekaragaman tinggi. Namun sayangnya, seiring meningkatnya jumlah penduduk dari tahun ke tahun, mengakibatkan luas hutan yang ada juga semakin berkurang. Kegiatan konservasi yang digagas semacam organisasi pecinta alam menjadi alternatif perlindungan alam sekaligus di dalamnya beraneka dan tumbuhan.[1] Hal yang sama juga dilakukan Kelompok Komunitas Jaguar dalam mengembangkan area Camping Ground Glagah Wangi di Kota Batu.

Bacaan Lainnya

Menurut cerita warga sekitar, dulunya lokasi Glagah Wangi banyak ditumbuhi tanaman sejenis gelagah atau rerumputan besar yang beraroma wangi dan hingga kini masih bisa dijumpai. Tak heran jika lokasi camping di Desa Sumber Gondo ini kemudian diberi nama Glagah Wangi. Camping Ground Glagah Wangi tercatat sebagai salah satu wisata terbaru yang berbasis konservasi yang didirikan oleh Kelompok Komunitas Jaguar bekerja sama dengan pihak Perhutani Kota Batu pada 2019.

Camping Ground Glagah Wangi awalnya merupakan tempat transit para pendaki yang akan mendaki Gunung Arjuno. Dengan lahan seluas 1,5 hektare, Glagah Wangi pun kemudian dimanfaatkan sebagai lokasi camping. Tak hanya itu, sebelumnya kawasan ini diketahui sebagai lokasi perburuan satwa endemik seperti ayam hutan, burung prenjak, jalak kebo, rajawali, hingga landak. Dengan membawa misi konservasi pelestarian lingkungan, maka diharapkan adanya Camping Ground Glagah Wangi sekaligus mampu mencegah perburuan ilegal.

Daya Tarik Camping Ground Glagah Wangi

Memasuki area perkemahan, Anda dijamin takjub dengan view yang ditawarkan di sana, mulai dari , pepohonan pinus, serta hijaunya ladang warga dengan penataan terasering. Sebagai area konservasi, tak jauh dari Camping Ground Glagah Wangi, Anda bisa menemukan berbagai tanaman liar seperti senggani, pakis, ciplukan, hingga edelweiss. Ada pula pohon matoa dan kelengkeng, serta tanaman yang sengaja dibudidayakan seperti kopi arabika arjuno.

Dengan adanya Camping Ground Glagah Wangi, para pendaki yang menuju Gunung Arjuno dapat mendirikan dan bermalam di sana. Selain menikmati view Gunung Arjuno di ketinggian 3.339 mdpl, para pendaki yang melewati lokasi ini juga dapat mampir ke Situs Gentong Growah. Situs ini terbilang jarang diekspos dan hanya dapat ditemukan jika melalui jalur Sumber Gondo.

Situs Istana Gentong Growah sendiri berbentuk menyerupai kompleks kerajaan dengan tangga yang luas. Kawasan ini sebenarnya baru selesai diekstraksi pada 23 Agustus 2018, sedangkan tangga jalan menuju atas baru rampung dipoles pada 10 Oktober 2018. Tak heran jika banyak orang masih asing dengan keberadaan situs ini. Apalagi Anda harus menempuh perjalanan sekitar 13 jam berjalan kaki untuk sampai ke Situs Gentong Growah.

Dengan semakin eksisnya Spot Camping Ground Gelagah Wangi, tak hanya para pendaki, tetapi ada juga para pengunjung yang sengaja datang dari berbagai daerah untuk menikmati pemandangan alam sekaligus melakukan kegiatan outbond di sini. Dari penelusuran kami, terpantau pengunjung yang datang didominasi dari luar Kota Batu, seperti Surabaya, Semarang, Bandung, dan . Bahkan, beberapa di antaranya ada yang dari Batam hingga Belanda.

Nah, untuk bisa camping di Glagah Wangi, Anda perlu menyiapkan sejumlah perlengkapan. Perlengkapan yang setidaknya wajib Anda bawa yakni tenda, sleeping bag, matras, senter, peralatan memasak, korek api, keperluan logistik, P3K, kantong plastik, dan pisau serbaguna. Anda dapat membuat perapian secara mandiri atau jika tidak ingin repot bisa membawa kompor portable dan gas. Untuk keperluan pribadi, Anda perlu membawa jaket, sepatu, sandal, dan kaos kaki, hingga tisu basah. Tertarik untuk camping di Glagah Wangi pekan ini?

[1]Demanik, Sarintan. 2020. Pengelolaan Kawasan Konservasi. Ponorogo: Uwais Inspirasi Indonesia. Hlm 2.

Pos terkait