Desa Penunggul merupakan daerah wisata di pasuruan yang terkenal dengan hutan mangrove yang masih asri.[1] Bagian belakang hutan mangrove adalah pesisir yang dikenal sebagai Pantai Penunggul. Memiliki pemandangan yang masih asri dengan pasir pantai kecokelatan yang lembut, harga tiket masuk ke pantai ini terbilang relatif terjangkau.
Fasilitas Pantai Penunggul
Terletak di Desa Penunggul, Nguling, Pasuruan, Jawa Timur, Pantai Penunggul dikelilingi hutan mangrove dengan luas sekitar 144 hektar. Untuk sampai di tempat wisata tersebut, tentunya Anda harus melewati hutan mangrove menggunakan kendaraan bermotor atau bisa tracking di jalur khusus yang telah disediakan.
Meskipun berada di antara hutan mangrove, itu tidak membuat kawasan wisata ini sepi pengunjung. Spot wisata ini justru selalu ramai, apalagi ketika hari libur. Kebanyakan pelancong adalah rombongan keluarga yang datang dari luar kota. Meskipun begitu, tidak menutup kemungkinan ada warga lokal yang singgah di tempat ini.
Dengan suasana yang masih asri dan sejuk, Anda bisa bersantai di tempat yang telah disediakan, seperti di bangku-bangku kayu, kursi payung, atau gazebo kecil. Anda juga boleh menggelar tikar di pinggir pantai untuk piknik.
Keindahan Pantai Penunggul akan terlihat mencolok saat menjelang sore. Anda bisa melihat siluet awan yang kemerahan dengan laut yang biru. Tak hanya itu, ada banyak burung camar yang terbang dan mencari ikan di pinggir pantai, yang bisa menjadi hiburan tersendiri bagi pengunjung.
Berbeda dengan pantai lainnya di Jawa Timur, Pantai Penunggul berpasir putih kecokelatan. Teksturnya juga lembut, sehingga tidak melukai kaki jika Anda berlarian tanpa sandal. Meskipun begitu, sebaiknya Anda memperhatikan area sekitar. Di bagian pinggir pantai, dekat hutan misalnya, tidak terlalu aman untuk berlarian, karena ada banyak tunas bakau yang muncul dari dalam tanah dan dapat melukai kaki.
Sudah tersedia banyak spot foto menarik, Anda tidak perlu bingung mencari angle yang tepat. Tinggal duduk atau berdiri di spot foto di area pantai, maka hasil foto Anda terlihat menarik. Umumnya, spot foto ini tersebar di sudut dan area masuk pantai. Anda bisa berfoto dengan gapura masuk atau berfoto dengan latar belakang hutan mangrove yang hijau.
Ada juga jembatan gantung kayu yang menjadi media penyeberangan dari spot foto di ujung pantai dengan hutan mangrove Di pinggir jembatan, sudah terdapat perahu kayu kecil yang bisa Anda pakai untuk berkeliling pantai atau hutan bakau. Beberapa pengunjung juga memakai perahu itu sebagai objek foto.
Nah, bagi Anda yang membawa keluarga, Anda bisa mengajak mereka untuk bermain di wahana yang telah disediakan. Ada flying fox untuk anak dan dewasa dengan ketinggian lebih dari tiga meter. Dengan menaiki wahana ini, Anda bisa melihat keindahan hutan mangrove dan Pantai Penunggul dari atas.
Sayangnya, meskipun pantai ini memiliki air yang tenang dan bersih, Anda tidak diperbolehkan berenang. Pasalnya, bisa mengganggu ekosistem sekitar, seperti mengganggu terumbu karang yang baru tumbuh. Selain itu, karena pantai berada di kawasan hutan bakau, dikhawatirkan hewan air laut seperti ular dan kepiting bisa membahayakan Anda saat berenang.
Jika Anda beruntung, Anda bisa menemukan kepiting bakau yang rasanya lezat dan bergizi. Beberapa orang sekitar juga sering mencarinya di pantai ini. Selain bisa langsung dibakar, kadang ada yang menjualnya untuk dijadikan oleh-oleh.
Fasilitas lain yang ada di pantai ini adalah warung makan dan kafe pinggir pantai. Umumnya, kedai makan seperti ini menawarkan aneka hidangan seafood. Anda bisa memesan ikan bakar atau kerang saus padang yang lezat. Sambil menyantap hidangan, Anda bisa memesan aneka minuman dan yang terbilang cukup laris adalah es kelapa muda. Selain itu, di area wisata Pantai Penunggul sudah tersedia kamar mandi, mushola atau tempat ibadah, dan tempat parkir yang cukup luas.
Harga Tiket Pantai Penunggul
Menurut turis yang pernah mengunjungi Pantai Penunggul, setidaknya wisatawan harus membayar tiket masuknya mulai Rp5.000 hingga Rp10.000 per orang. Ini belum termasuk ongkos parkir, yakni mulai Rp2.000 hingga Rp5.000 per kendaraan. Tentunya, tarif masuk dan biaya parkir tersebut tidak terikat dan bisa berubah sewaktu-waktu.
[1] Sofian, Achmad, Nuddin Harahab, Marsoedi. 2012. Kondisi dan Manfaat Langsung Ekosistem Hutan Mangrove Desa Penunggul Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan. El-Hayah Universitas Brawijaya, Vol. 2(2): 56-63.
