Apakah Anda ingin menikmati sensasi berjalan-jalan di kebun kurma? Jika iya, Anda tidak perlu pergi jauh-jauh ke Arab Saudi atau Timur Tengah. Pasalnya, di Pasuruan, ada wisata kebun kurma yang luas dan kece, yang tidak hanya menyediakan ratusan pohon kurma, melainkan juga berbagai wahana menarik lainnya. Harga tiket masuknya dijamin sangat terjangkau dan tidak akan membuat kantong Anda jebol.
Berbicara mengenai potensi pariwisata, Kabupaten Pasuruan memang tidak kalah dengan beberapa tetangga, seperti Malang, lumajang, atau Surabaya. Pasalnya, kawasan ini punya spot liburan yang cukup komplet, serta ditunjang lokasinya yang strategis, berada di jalur segitiga emas pengembangan Jawa Timur, antara Malang, Surabaya, dan Jember, serta terletak di jalur utama Surabaya-Bali jika melalui jalur darat.[1]
Anda pasti sudah sangat familiar dengan objek wisata seperti Taman Safari Indonesia 2 Prigen, Air Terjun Kakek Bodo, Gunung Bromo dan Penanjakan, Bromo Forest Area, Kebun Raya Purwodadi, Masjid Cheng Ho, Saygon Waterpark, atau The Pines Taman Dayu. Jangan lupakan juga Banyu Biru yang menawarkan dua kolam asli dan air mengalir dengan warna biru kehijauan.[2]
lokasi Kebun Kurma Pasuruan
Jika daftar di atas belum cukup dan Anda ingin mendapatkan pengalaman yang lain, bisa langsung meluncur ke Kebun Kurma Pasuruan. Ini adalah sebuah objek wisata yang pertama kali digagas pada tahun 2016 lalu. Kemudian, tempat ini mulai dibuka untuk umum pada awal tahun 2017 dan sejak saat itu menjadi salah satu lokasi hits untuk melepas penat dan refreshing, terutama saat bulan puasa.
Lalu, di mana letak kebun kurma tersebut? Anda bisa menemukan spot ini di Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. Kebun ini menempati lahan seluas 3,7 hektar, dengan wisatawan terlebih dahulu harus melewati jalan paving sepanjang 1,5 km. Berada di lereng Gunung Arjuna, suasana di perkebunan ini memang cenderung sejuk, beda dengan kebanyakan kebun kurma di daerah asalnya.
Menurut pengelola, di kebun ini, setidaknya ada 550 jenis tanaman kurma. Karena iklim di Indonesia berbeda dengan Timur Tengah, selama tiga tahun sejak dibuka untuk publik, hanya ada 20 pohon kurma yang berbuah dan dipanen, sedangkan 17 pohon lainnya masih dalam proses untuk berbuah.[3] Tidak hanya kurma, perkebunan ini juga menanam pohon tin, siwak, zaitun, sultana, anggur, delima merah, dan delima hitam.
Fasilitas Kebun Kurma Pasuruan
Kebun kurma ini menawarkan sejumlah pengalaman seru bagi wisatawan yang datang. Pengunjung yang berkunjung sekarang diperbolehkan memetik langsung buah kurma dari pohonnya. Padahal sebelumnya, ketika awal-awal beroperasi, turis yang datang hanya dapat melihat hamparan pohon kurma tanpa bisa memetik buahnya secara langsung sehingga tidak sedikit yang merasa kecewa.[4]
Selain memetik langsung buah kurma dari pohonnya, pelancong juga bisa mendapatkan pelajaran mengenai seluk-beluk buah kurma. Di sini, Anda bisa melihat keterangan jenis pohon kurma apa saja yang dibudidayakan oleh pengelola, mendapatkan informasi langsung dari tour guide, bahkan bisa menikmati aneka olahan kuliner dengan bahan baku buah kurma.
Tidak hanya menawarkan buah kurma, perkebunan ini pun sudah dilengkapi sejumlah wahana dan fasilitas lainnya yang pas untuk wisatawan, terutama anak-anak. Ikon yang paling menarik tentu saja keberadaan sebuah pesawat jenis Boeing 737 yang bertuliskan ‘Duta Wisata Kebun Kurma’, cocok dijadikan background foto. Lalu, ada pula kamar mandi, tempat istirahat atau rest area, musala, permainan ATV, berkuda, hingga sejumlah warung yang menjajakan aneka makanan.
Harga Tiket Masuk Kebun Kurma Pasuruan
Dengan sensasi yang unik serta fasilitas yang terbilang memadai, lalu berapa harga tiket untuk bisa berkunjung ke kawasan ini? Ternyata, pengunjung tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Pasalnya, pengelola mematok tiket masuk dengan harga cuma Rp15.000 per orang, belum termasuk tarif parkir Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil. Jika ingin bermain di wahana, dikenakan biaya tambahan mulai Rp5.000 hingga Rp10.000 per permainan.
[1] Santosa, Eren Dea Ajeng Inggil, Choirul Saleh, Minto Hadi. 2014. Pengembangan Objek Pariwisata Sebagai Upaya untuk Meningkatkan Ekonomi Lokal (Studi Kasus Objek Wisata Banyu Biru di Kabupaten Pasuruan). Jurnal Administrasi Publik, Vol. 3(1): 89-95.
[2] Ibid.
[3] Agatha, Anggia Fiska Aurelia dan Edriana Pangestuti. 2019. Analisis Strategi Pengembangan Daya Tarik Wisata Kebun Kurma di Kabupaten Pasuruan. Jurnal Administrasi Bisnis Vol. 71(1): 18-28.
[4] Ibid.
