Pos 3 Jalur Pendakian via Suwanting, Area Camping Sebelum Taklukkan Gunung Merbabu

Jalur pendakian Gunung Merbabu (sumber: daihatsu.co.id)
Jalur pendakian Gunung Merbabu (sumber: daihatsu.co.id)

Apabila Anda gemar mendaki, pasti sudah tidak asing lagi dengan Merbabu. Ini adalah gunung populer di yang memang kerap dijadikan target para pencinta alam untuk ‘ditaklukkan’. Ada sejumlah jalur yang dapat dipilih untuk menuju puncak Merbabu, dan salah satu yang menjadi adalah via Suwanting. Apabila Anda memilih jalur ini, Anda akan melalui beberapa pos, termasuk Pos 3 yang kerap dijadikan sebagai lokasi camping.

Daya Tarik Gunung Merbabu

Mendaki gunung merupakan salah satu kegiatan yang sebenarnya tergolong ekstrem, tetapi disukai banyak orang, baik laki-laki maupun perempuan. Sering disebut ‘melangkah ke ruang ketidaktahuan yang penuh ketidakpastian’, mendaki gunung sama halnya dengan menantang bahaya, tetapi justru menjadi daya tarik bagi mereka yang berjiwa petualang, terutama kaum muda.[1] Bagi petualang sejati, tantangan yang ada malah dapat memacu semangat mereka untuk mengatasinya dengan cara memberikan yang terbaik dari kapabilitas, fisik, mental, dan emosinya.

Bacaan Lainnya

Di Indonesia, ada banyak gunung yang dapat didaki, dan salah satu yang cukup populer adalah Merbabu. Gunung Merbabu sendiri telah menjadi , ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 135/KPTS-II/2004, dengan luas mencapai 5.725 hektar, dikelilingi 37 desa dan terletak di wilayah Kabupaten Boyolali, Semarang, dan Magelang.[2]

Secara etimologi, Merbabu berasal dari dua suku kata, meru (gunung) dan abu (abu). Nama ini pertama kali dimunculkan pada naskah-naskah Belanda. Sebagai gunung berapi, Merbabu pernah meletus pada tahun 1560 dan 1979. Gunung Merbabu adalah gunung api yang bertipe strato, yaitu tersusun dari bebatuan hasil letusan yang terjadi berulang-ulang.

Ada banyak alasan kenapa Gunung Merbabu menjadi favorit banyak pendaki. Di gunung ini, Anda bisa berbaring di atas ketinggian dan melihat bintang-bintang yang terpancar berkelip indah. Tak cuma itu, Anda akan dibuat takjub dengan keanekaragaman tanaman hijau di sekitar gunung tersebut, termasuk kecantikan bunga edelweiss, melihat pemandangan matahari terbit alias sunrise, serta yang paripurna, menjadi saksi keindahan puncaknya.

Dilansir dari Visit Jawa Tengah, ada lima jalur resmi yang dibuka untuk mendaki Gunung Merbabu, yakni jalur Selo dari Boyolali, Suwanting dari Magelang, Wekas dari Magelang, Cuntel dari Semarang, dan Thekelan dari Semarang. Setiap jalur pendakian di Gunung Merbabu menyuguhkan tantangan dan lanskap yang berbeda-beda, tetapi tetap memesona. Misalnya jalur Selo, Boyolali yang menjadi jalur paling favorit para pendaki karena memiliki sabana yang sangat luas.

Jalur pendakian Gunung Merbabu via Suwanting (sumber: jatengkita.com)

Pesona Pos 3 Suwanting

Selain jalur Selo, banyak juga pendaki yang memilih naik ke Gunung Merbabu lewat jalur Suwanting. Dikutip dari website Taman Nasional Gunung Merbabu, jalur Suwanting berada di bagian barat gunung, tidak ada bukit atau lembah yang landai. Semua tinggi dan curam. Kemiringan rata-rata tanjakan di jalur Suwanting adalah 30,8 derajat. Pada beberapa medan pendakian, ada tanjakan simpang dua yang kemiringannya bahkan sampai 59,1 derajat. Artinya, pendaki harus siap menanjak mulai dari basecamp sampai ke puncak.

Dengan medan yang terbilang berat, sehingga membutuhkan tidak cuma fisik yang prima, tetapi juga mental dan nyali, jalur ini tetap sering dipilih lantaran menawarkan pemandangan alam yang memukau. Selain itu, jalur pendakian Suwanting ‘cuma’ sepanjang 5,68 km, lebih pendek dari jalur Cuntel dengan panjang 6,43 km, sehingga durasi waktu menuju puncak menjadi lebih singkat, rata-rata 10 jam 10 menit.

Rute jalur pendakian Gunung Merbabu via Suwanting adalah Basecamp Suwanting (1.349 mdpl), dilanjutkan menuju Gerbang Suwanting (1.469 mdpl), kemudian tiba di Pos 1 Lembah Lempong (1.745 mdpl). Setelah itu, menuju Pos 2 Lembah Mitoh (2.127 mdpl), dengan waktu rata-rata 2 jam. Pendakian dilanjutkan menuju Pos 3 (2.738 mdpl).

Selama menuju Pos 3 ini, pendaki akan disuguhi view yang luar biasa. Gunung-gunung sekitar seperti Gunung Merapi, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Prau, Gunung Andon, dan lainnya terlihat sangat jelas, menjadi bonus dan pelipur lara. Perlu waktu sekitar 3 jam untuk menaklukkan jalur menuju POS 3 ini, yang diakui sangat berat karena banyak tanjakan curam.

POS 3 berupa tanah lapang yang cukup luas. Karena itu, area ini kerap dijadikan lokasi pendaki untuk mendirikan tenda dan berkemah. Jika menengadah ke atas, bisa terlihat sabana Gunung Merbabu yang indah dan luas. Tempat ini cocok dijadikan lokasi beristirahat karena untuk menuju puncak, masih membutuhkan waktu 2 jam, dengan rute Sabana 1 (2.828 mdpl),  Sabana 2 (2.915 mdpl), Sabana 3 (2.984 mdpl), Puncak Suwanting (3.105 mdpl), Puncak Triangulasi (3.139 mdpl), dan Puncak Kenteng Songo (3.142 mdpl).

[1] Sulaeman, Idik. 1985. Olahraga dan Rekreasi di Alam Terbuka. : PT Gramedia, hlm. 124.

[2] Gunawan, Hendra, M. Bismark, Haruni K. 2013. Kajian Sosial Ekonomi Masyarakat Sekitar sebagai Dasar Penetapan Tipe Penyangga Taman Nasional Gunung Merbabu, Jawa Tengah. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, Vol. 10(2): 103-119.

Pos terkait