Riche Hotel, Penginapan Zaman Kolonial di Dekat Toko Oen, Malang

sejarah, kota malang, belanda, eropa, kolonial, hotel, penginapan, akomodasi, bangunan, arsitektur, klasik, alamat, telepon, fasilitas, lokasi, kamar,
Hotel Richie yang bersejarah

Mencari penginapan yang bernuansa kolonial di Kota Malang memang tak begitu susah. Kota yang sejak zaman penjajahan dijadikan sebagai tempat berlibur bangsawan Belanda ini memiliki banyak bangunan bersejarah yang dapat dengan mudah disulap menjadi sebuah dengan nuansa lawas. Salah satu penginapan yang memanfaatkan hal tersebut adalah Riche Hotel.

Hotel yang berdiri sejak tahun 1933 ini beralamat di Jl. Basuki Rahmat No. 1, Kelurahan Kiduldalem, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Lokasinya berdampingan dengan Toko Es Krim Oen yang merupakan toko es krim legendaris di Kota Malang.

Bacaan Lainnya

Letaknya yang membuat akses menuju hotel ini cukup mudah. Dari Abdul Rachman Saleh, jaraknya hanya sekitar 13 km atau bisa ditempuh dalam waktu 30 menit dengan berkendara. Sementara, dari Stasiun Kota Baru Malang, Anda dapat menjangkaunya dengan waktu sekitar 20 menit dengan berjalan kaki.

Landmark dan keramaian di Kota Malang seperti Alun-Alun Merdeka, Balai Kota, dan Masjid Jami’ dapat dijangkau dengan berjalan kaki selama 2 menit, sedangkan Museum Brawijaya, Kampung Wisata Jodipan, Mall Olympic Garden, dan Malang Town Square dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 5 menit dengan berkendara. Sementara, jika Anda berencana untuk berwisata kuliner, beberapa restoran dengan khas Malang seperti Bakso Pak Man, Bakso Cak Man, dan Lalapan Cak Tomo, jaraknya juga tak terlalu jauh.

Berdiri pada tahun 1933, Hotel Riche memang menjadi hotel tertua di Malang yang keasliannya masih terjaga. Hal ini jelas berbeda dengan Hotel Palace yang seringkali berubah fungsi sebelum bertahan menjadi Hotel Pelangi hingga saat ini.

Tak banyak informasi yang dapat ditemukan soal hotel ini di masa jayanya. Singkat cerita, hotel tersebut kemudian dibeli oleh seorang pengusaha keturunan Tionghoa bernama Oey Pek Hong pada 1975. Oey yang mempunyai nama lengkap Prof. Dr. Juwana Hardjawijaja saat itu merupakan jaksa tinggi di Kota Malang.

Tamu bisa bersantai sejenak di Cafe Oey

Satu hal yang patut diapresiasi dari Hotel Riche adalah keautentikan bangunannya. Hingga saat ini, bisa dibilang 80 persen bangunannya masih asli. Yang paling terlihat jelas adalah daun pintu dan keramiknya yang masih sangat klasik.

Walaupun bangunannya klasik, tetapi soal , penginapan ini tak kalah dengan hotel-hotel modern. Untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat milenium, pengelola sudah menyediakan fasilitas seperti akses Wi-Fi 24 jam, meeting room, Gayatri Spa, LED TV, dan pendingin ruangan (AC). Nah, di hotel ini, cafe merupakan salah satu daya tarik utamanya. Dinamakan Cafe Oey, tempat yang menyediakan berbagai macam kopi Nusantara tersebut selalu ramai didatangi pelancong.

Fasilitas kamar di Hotel Richie

Besarnya nilai historis Hotel Riche tak membuat pengelola mematok harga yang tinggi, bahkan akomodasi ini termasuk bertarif murah meriah. Per malamnya, pengunjung hanya dikenakan sebesar Rp90.000 hingga Rp600.000.

Tarif dan Fasilitas Kamar di Hotel Riche

Fasilitas kamar Hotel Richie
Kamar Fasilitas Tarif per Malam
Gambuh Room Fan, TV, kamar mandi dengan shower panas & dingin, breakfast, dan akses Wi-Fi 24 jam Rp90.000 – Rp200.000
Glimpang Room AC, TV, kamar mandi dalam dengan shower panas & dingin, breakfast, dan akses Wi-Fi 24 jam Rp220.000 – Rp350.000
Beskalan Room AC, LED TV, kamar mandi dalam dengan shower panas & dingin, breakfast, dan akses Wi-Fi 24 jam Rp330.000 – Rp400.000
Remo Room AC, LED TV, kamar mandi dalam dengan shower panas & dingin, breakfast, dan akses Wi-Fi 24 jam Rp600.000

Untuk pemesanan, Anda bisa melakukannya di beberapa situs booking atau bisa juga memesan melalui situs resmi hotel di alamat www.richehotel.com dan line telepon di nomor (+62341) 325460.

Pos terkait