Menjelang akhir tahun, penginapan-penginapan di kota Batu biasanya mulai banyak dipesan pelancong dari luar daerah bahkan luar negeri. Pasalnya, Batu dikenal sebagai salah satu kota terbaik untuk melewatkan pergantian tahun. Beberapa spot populer seperti Paralayang, alun-alun kota batu, dan Kusuma agrowisata menjadi tempat favorit untuk merayakan tahun yang baru, dan di antara ketiganya, Paralayang bisa disebut yang paling favorit.
Biasanya, wisatawan yang ingin merayakan pesta tahun baru di Paralayang menginap di kawasan Songgoriti. Akibatnya, akomodasi di kawasan tersebut selalu full booked menjelang akhir tahun. Untuk itu, Anda jauh-jauh hari sudah harus melakukan reservasi. Namun, jika Anda lupa untuk melakukan reservasi, dan akhirnya tidak mendapatkan penginapan di Songgoriti, Anda masih bisa mencari di kawasan lainnya, walaupun jaraknya lebih jauh. Salah satu daerah yang patut dipertimbangkan adalah Oro-Oro Ombo
Meski jaraknya tidak sedekat saat menginap di Songgoriti, di Oro-Oro Ombo, Anda tak perlu khawatir kehabisan penginapan, karena terdapat ratusan penginapan di daerah ini. Salah satu yang cukup menarik untuk dijadikan lokasi bermalam adalah Shinta Homestay, yang beralamat di Jl. Kenanga 142, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu, jawa timur. Untuk menuju ke Paralayang, Anda dapat menempuhnya dengan berkendara sekitar 30 menit.
Rute menuju penginapan ini bisa dibilang sangat mudah. Jika Anda datang dari perempatan Lippo Plaza Batu, cukup belok kiri menuju Jalan Imam Bonjol Bawah, kemudian belok kiri lagi di persimpangan jalan menuju Jalan Oro-Oro Ombo. Setelah itu, lanjutkan perjalanan hingga melewati Jatim Park 2, kemudian belok kanan menuju Jalan Kenanga di pertigaan sebelum Kantor Kepala Desa Oro-Oro Ombo.
Sebagai sebuah akomodasi rumahan dengan tiga kamar tidur, biaya yang dipatok saat menginap di tempat ini sangat terjangkau. Saat weekday, pengunjung cukup membayar sebesar Rp600.000 per malam, sedangkan saat weekend, biayanya naik menjadi Rp700.000 per malam. Sementara, saat peak season tiba, tarif bisa naik dua kali lipat menjadi Rp1.500.000 per malam.
Meski biaya inap cukup murah, fasilitas yang ditawarkan penginapan ini tidak bisa dikatakan murahan. Untuk fasilitas di luar kamar, Shinta Homestay menawarkan fasilitas seperti taman, teras, ruang tamu, dapur lengkap dengan peralatannya, rice cooker, dispenser, dan kulkas. Selain itu, di tiap kamar ada satu kamar mandi lengkap dengan water heater yang sengaja disiapkan untuk melawan udara dingin khas Kota Batu.
Shinta Homestay memilki total tiga kamar yang bisa digunakan untuk menampung hingga sembilan orang. Tiap kamar di sini memiliki fasilitas yang sederhana seperti double bed, lemari, meja, dan kursi. Sayangnya, pihak pengelola tidak menyediakan extra bed.
Nah, bagi Anda yang tengah merencanakan kunjungan ke Kota Batu dan berminat bermalam di Shinta Homestay, Anda bisa melakukan reservasi di salah satu situs booking online. Selain itu, Anda juga bisa melakukan pemesan langsung ke pengelola dengan menghubungi telepon di nomor +62 812-3225-6186. Simak ulasan video singkat tentang Shinta Homestay berikut ini.
