Jika Anda termasuk penyuka film horor, terutama dari dalam negeri, mungkin sudah pernah menonton ‘Rumah Kentang’. Diluncurkan pada tahun 2012, film arahan sutradara Jose Poernomo ini sempat dibuat ulang pada tahun 2019 dengan judul ‘Rumah Kentang: The Beginning’. Bukan cuma film semata, ternyata Rumah Kentang merupakan kisah urban legend yang setidaknya terdapat di tiga lokasi di Indonesia.
Genre film horor di Indonesia sendiri sudah diproduksi sejak dekade 1930-an silam, saat negara kita masih berada di bawah kendali kekuasaan Belanda. Kala itu, film horor yang dirilis berjudul ‘Doea Siloeman Oeler Poeti en Item’ pada 1934.[1] Selang beberapa dekade, muncul film ‘Lisa’ yang rilis pada 1971. Lalu, genre horor kembali populer dengan kehadiran film ‘Beranak dalam Kubur’.[2]
Beberapa gambaran film horor masa lalu menggunakan setting sosial lokal, terutama budaya Jawa, baik dari alur cerita maupun nama pemain. Tidak heran jika kemudian ditemukan judul film dengan tokoh Si Manis Jembatan Ancol, Sundel Bolong, Kuntilanak, Tuyul, hingga Nyi Roro Kidul. Gambaran tokoh tersebut tampak jelas bahwa masyarakat Jawa sudah lama akrab dengan cerita horor yang bersifat mistis.[3]
Di era milenium ketiga, tren tersebut masih belum surut. Banyak film horor yang juga memakai cerita berdasarkan urban legend, khusus masyarakat Jawa. Anda pasti pernah mendengar atau menonton film berjudul Jailangkung, Hantu Jeruk Purut, Suster Ngesot, Terowongan Casablanca, Rumah Pondok Indah, Mata Batin, Hantu Nancy, Ruqyah: The Exorcism, dan Rumah Kentang.
Nah, khusus yang terakhir, Rumah Kentang merupakan film yang diangkat dari kisah nyata sebuah rumah angker. Dari mitos yang beredar, warga kerap mencium bau kentang ketika melintas di depan rumah bergaya art deco tersebut. Walau kerap disebutkan bahwa cerita tersebut terinspirasi dari keangkeran sebuah rumah di bandung, namun Rumah Kentang ternyata juga berada di sejumlah lokasi lain.
Rumah Kentang Bandung
Inilah rumah yang kabarnya diangkat ke layar lebar pada tahun 2012 lalu. Rumah ini berada di jalan Aceh, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung. Dari mitos yang beredar, warga katanya sering mencium bau kentang ketika mereka melintas ke rumah bergaya art deco tersebut. Bau ini konon katanya karena ada seorang anak berkebangsaan Belanda yang tidak sengaja masuk ke kuali besar yang digunakan untuk merebus kentang.
Tidak hanya mencium bau kentang, sejumlah warga juga sempat mengklaim mereka melihat penampakan seseorang dengan wajah telah hancur seperti terkena luka bakar dan penampakan anak kecil. Benar atau tidak cerita tersebut, rumah tersebut diketahui sudah dipasangi papan pengumuman dijual. Namun, karena menyimpan cerita angker, rumah tersebut belum laku-laku walau dijual dengan harga murah.
Rumah Kentang Dharmawangsa Jakarta
Tidak jauh dari Bandung, di Jakarta juga ada rumah angker yang juga dijuluki Rumah Kentang. Berlokasi di kawasan Dharmawangsa, Rumah Kentang ini menjadi salah satu lokasi dengan kisah yang paling terkenal. Konon, pada zaman dulu, ada asisten rumah tangga yang tidak tahan terhadap anak majikannya. Karena, anak tersebut sangat nakal dan rewel. Akhirnya, ia memilih untuk menghabisi anak tersebut dengan memasukkannya ke dalam kuali besar yang sedang digunakan untuk merebus kentang.
Yang lebih sadis, sang pembantu lantas memutilasi anak yang malang tersebut menjadi beberapa potong. Lalu, dagingnya dimasak dan disajikan dalam sebuah pesta yang sedang dirayakan majikan. Semua tamu menyantap makanan dan daging anak tersebut, tidak terkecuali orang tuanya. Sejak saat itu, warga kabarnya kerap mendengar suara teriakan anak kecil dan perempuan meminta tolong dari rumah tersebut.
Rumah Kentang yogyakarta
Dikenal sebagai daerah yang masih mempertahankan adat-istiadat, tidak mengherankan jika kemudian Yogyakarta dibanjiri cerita-cerita mistis, dan sering menyeramkan. Nah, salah satu yang dikisahkan adalah sebuah rumah yang berada di seberang SMA Stella Duce I, kawasan Kota Baru, yang dikatakan dapat mengeluarkan bau kentang rebus di waktu-waktu tertentu, terutama malam hari.
Warga sekitar percaya bahwa bau kentang rebus yang tercium tersebut menandakan ada genderuwo yang sedang mendekat. Menurut mitos Jawa, genderuwo adalah sejenis bangsa jin yang berwujud manusia mirip kera dan bertubuh kekar dengan warna kulit hitam kemerahan serta rambut lebat di sekujur tubuhnya. Selain genderuwo, sejumlah orang mengaku sempat penampakan noni Belanda di rumah tersebut.
Nah, itu tadi sederet hunian yang dijuluki Rumah Kentang di sejumlah lokasi di Indonesia. Benar atau tidaknya cerita yang menghiasi, tetap saja rumah-rumah tersebut menyeramkan, terlebih karena sudah tidak ditempati sekian lama. Namun, jika Anda memiliki nyali yang besar, mungkin bisa memacu adrenalin dengan mencoba berwisata horor di salah bangunan tersebut.
[1] Nur, Achmad. 2016. Perayaan Mitos dalam Film Horor Indonesia: Analisa Struktural dan Implikasi Sosial Keagamaan. Syaikhuna: Jurnal pendidikan dan Pranata Islam, Vol. 7(1).
[2] Heider, Karl G. 1991. Indonesian Cinema: National Culture on Screen. Honolulu: University of Hawaii Press, hlm. 43-44.
[3] Nur, Achmad. Op. cit.
