Istana Kuning Pangkalan Bun, Telusuri Jejak Sejarah Kerajaan Kutaringin

  • Whatsapp
Istana Kuning Pangkalan Bun - news.detik.com
Istana Kuning Pangkalan Bun - news.detik.com

Bagi penyuka sejarah dan budaya, peninggalan kerajaan di masa lalu tentu menjadi salah satu destinasi yang wajib disambangi. Nah, apabila Anda kebetulan sedang -jalan ke Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Anda diwajibkan mampir di Pangkalan Bun. Pasalnya, di daerah ini, ada Istana Kuning, salah satu jejak sejarah dari Kerajaan Kutaringin yang masih tersisa hingga sekarang.

Lokasi Istana Kuning

Istana Kuning berada di Pangkalan Bun dan bersebelahan dengan lapangan tugu, sehingga mudah diakses wisatawan. Jika Anda kebetulan bertolak dari Iskandar, cukup menempuh perjalanan sekitar 20 menit dengan berkendara untuk tiba di istana ini. Anda dapat menyewa taksi dari bandara yang akan mengantarkan Anda menempuh jarak sejauh 10 km.

Bacaan Lainnya

Sejarah dan Pesona Istana Kuning

Dilansir dari berbagai sumber, Istana Kuning didirikan pada masa pemerintahan Pangeran Ratu Sultan Imannudin (Sultan IX) pada tahun 1806 silam. Istana tersebut dibangun sekaligus untuk menyatakan bahwa ibukota pemerintahan Kutaringin dipindahkan ke Pongkalan Bu’un (sekarang Pangkalan Bun). Setelah sekitar lima tahun, pembangunan istana ini rampung.

Memiliki luas kurang lebih 2.000 meter persegi, hampir sebagian besar bangunan Istana Kuning terbuat dari kayu jenis ulin. Kayu ini memang sering dipakai sebagai bahan utama untuk mendirikan bangunan tradisional khas Kalimantan Tengah karena dikatakan punya kekuatan yang luar biasa. Kayu-kayu yang membentuk bangunan istana tidak dicat mencolok sehingga kesan tradisionalnya masih terasa.

Jika tidak mencolok, lalu kenapa bangunan ini dinamakan Istana Kuning? Bahkan, nyaris tidak ada satupun bagian bangunan yang dicat dengan warna kuning. Warna itu justru ditemukan di kain latar dinding dan lemari, gorden karaton lawang, payung, panji, dan bendera kesultanan, serta sejumlah pusaka di ruangan tersebut.

Lihat Juga:   Rekomendasi Tempat Camping di Bali, Suguhkan Pesona Alam yang Elok
Istana Kuning Pangkalan Bun - kalteng.kemenag.go.id
Istana Kuning Pangkalan Bun – kalteng.kemenag.go.id

Usut punya usut, warna kuning dipilih karena konon punya peran penting dalam kebudayaan Kerajaan Kutaringin. Selain itu, warna kuning dipilih sebagai warna kesultanan karena mendekati warna emas yang dikatakan sebagai lambang kemakmuran. Warna emas terdapat pada deretan meriam di depan bangunan pusat pemerintahan satu-satunya kesultanan di Kalimantan Tengah ini.

Empat bangunan di Istana Kuning menandakan asal dari istri Sultan Kutaringin ke-9, yakni 1 Dayak, 1 China, dan 2 Melayu. Bangunan paling kanan dinamakan Bangsal dengan arsitektur rumah Betang atau rumah khas Dayak, di sebelahnya Balai Rumbang (motif rumah China), dan 2 bangunan khas Melayu menjadi satu, yaitu Keraton Dalam Kuning dan Balai Pahaderan.

Jika Anda memasuki 2 bangunan khas Melayu, Balai Pahaderan terlihat lebih menyerupai aula. Sementara, Keraton Dalam Kuning dulunya adalah tinggal raja. Saat ini, di dalam keraton hanya berisi barang-barang sisa peninggalan Kesultanan. Di tengah-tengah, terdapat kain bercorak kuning hijau yang dipasang di tembok. Ada pula tombak-tombak, , lukisan wajah raja-raja Kesultanan dari yang pertama hingga saat ini yang ke-15, dan juga kereta kencana terparkir di dalamnya.

Tiang-tiang dalam istana penuh dengan ukiran. Salah satu motif yang cukup menarik adalah daun dan bunga teratai dan pakis di guci atau belanga. Guci sendiri dikatakan sebagai simbol hati. Di dalam guci, ada air yang memberi kehidupan. Bentuk daun teratai dan pakis yang keluar dari guci menyerupai air mancur. Hati menyerap darah kotor dan mengeluarkan darah bersih. Motif itu mungkin ingin menunjukkan bahwa Kesultanan Kutaringin mengupayakan kehidupan yang serasi, damai, dan indah.

Istana Kuning yang dibangun Raja Imannudin ini sempat hangus terbakar pada tahun 1986 lalu. Kala itu, hanya sedikit barang-barang peninggalan kerajaan yang berhasil diselamatkan. Kemudian, istana ini dibangun kembali dan pemugaran dilakukan pada tahun 2000, tentunya dengan bentuk bangunan yang tidak persis sama seperti aslinya. Sekarang, Istana Kuning difungsikan untuk kegiatan pariwisata dan perkantoran.

Lihat Juga:   Referensi Hotel di Batu Harga Rp300 Ribuan, Dekat Tempat Wisata

Fasilitas dan Tiket Masuk Istana Kuning

Sebagai tempat wisata, Istana Kuning sebenarnya memiliki fasilitas yang sederhana, jika tidak bisa dikatakan kurang komplet. Di sini, sudah tersedia area parkir kendaraan yang cukup luas, serta papan informasi tata cara masuk istana, lengkap dengan nomor telepon seluler pemandu. Jika wisatawan hendak berwisata, tidak akan dikenakan tiket masuk alias gratis. Namun, bisa memberikan imbalan seikhlasnya untuk perawatan istana dan honor pemandu.

Istana Kuning Pangkalan Bun - ksmtour.com
Istana Kuning Pangkalan Bun – ksmtour.com

Memiliki daya tarik tersendiri, baik dari segi bangunan, nilai historis, hingga peninggalan-peninggalan di dalamnya, istana ini telah menjadi salah satu ikon utama daerah Kotawaringin Barat. Jadi, tidak lengkap rasanya jika Anda berlibur ke Kalimantan Tengah, terutama ke Pangkalan Bun, tanpa menyempatkan diri mampir ke Istana Kuning karena banyak pelajaran yang dapat Anda petik di tempat ini.[1]

Hotel Dekat Istana Kuning

Nama Hotel Jarak ke Istana per Malam
Alibaba Hotel Pangkalan Bun 422 meter Mulai Rp250.000
Arut Riverside Orangutan Guest House 522 meter Mulai Rp260.999
Jamrud Syariah Hotel 620 meter Mulai Rp360.000
Hotel Tiara Pangkalan Bun 785 meter Mulai Rp433.333
Mess Matahari 838 meter Mulai Rp166.667
Grand Kecubung Hotel Pangkalan Bun 855 meter Mulai Rp585.900
Hotel Mutiara 929 meter Mulai Rp208.836

Harga sewa hotel dan di atas kami rangkum dari sejumlah sumber, termasuk beberapa situs booking online. Perlu diketahui bahwa biaya sewa kamar hotel-hotel tersebut tidak mengikat dan dapat berubah sewaktu-waktu. Jika Anda berminat dan ingin melakukan , bisa melalui beberapa online travel agent yang sudah bermitra dengan akomodasi.

[1]Suranto. 2015. Peranan Istana Kuning dalam Mempersatukan Masyarakat Pangkalan Bun Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah (Artikel Skripsi). Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan PGRI Yogyakarta.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan