Banyu Biru, Wisata Pemandian Alami di Kabupaten Pasuruan

  • Whatsapp
banyu biru - wisatanesia.co

Selama ini, Kabupaten Pasuruan memang lebih dikenal dengan objek wisata Penanjakan sebagai spot untuk melihat matahari terbit (sunrise) di Gunung Bromo. Namun ternyata, tak cuma Penanjakan yang menjadi wisata andalan kabupaten yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Malang tersebut. Pasuruan juga punya Banyu Biru, sebuah pemandian dengan nuansa yang masih alami.

banyu biru - wisatanesia.co
banyu biru – wisatanesia.co

 

Bacaan Lainnya

Pemandian Banyu Biru terletak di Desa Sumberejo, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan. Lokasi ini berjarak sekitar 15 km atau 30 menit berkendara dari arah Kota Pasuruan.

Jika ditelusuri, Pemandian Banyu Biru telah ada sejak zaman Kolonial Belanda. Ini bisa dilihat dari kuno tahun 1900-an KILTV dan Tropen Belanda. Saat itu, banyak turis Eropa yang pelesir ke tempat ini. Selain berenang, mereka juga bermain-main dengan monyet-monyet liar yang jinak.

Lihat Juga:   Tempat Wisata Menarik di Urumqi yang Patut Dikunjungi Saat Liburan

Dulunya, Pemandian Banyu Biru disebut dengan Telaga Wilis. Banyak masyarakat sekitar yang percaya bahwa di pemandian ini bisa membuat awet muda. Bahkan, pada hari tertentu dalam kalender Jawa, banyak pengunjung yang melakukan ritual di pemandian ini.

Di Pemandian Banyu Biru, terdapat empat dengan cukup besar. Dua kolam pertama adalah kolam dengan sumber mata air asli dari alam, sedangkan dua kolam lainnya adalah kolam renang buatan.

Selain kolam renang yang cukup besar, wisatawan juga bisa menemukan sisa arca yang saat ini dikumpulkan dan tergolek di sebuah sudut pemandian. Arca-arca itu diidentifikasi oleh arkeolog asal Belanda pada tahun 1929.

Lihat Juga:   Rania Homestay, Penginapan Kamaran Rp 200 Ribu-an di Selatan BNS

Peninggalan paling menarik di pemandian ini adalah Kala. Kala ini diramal merupakan bagian dari struktur . Karena itu, Banyu Biru sering juga disebut sebagai patirtaan (pemandian kuno) yang dulu dikunjungi Raja Majapahit, Hayam Wuruk, ketika dalam perjalanan ke . Ini masih ditambah dengan kumpulan arca yang berciri Siwa yang oleh Mpu Prapanca dituliskan sebagai Desa Buddhis.

Di samping kolam renang dan peninggalan bersejarah, Pemandian Banyu Biru juga menyediakan fasilitas arena bermain, lapangan tenis, stand pameran, dan juga kolam ikan. Untuk bisa menikmati serunya bermain air di Pemandian Banyu Biru, pengunjung cukup membayar tiket masuk sebesar Rp5.000 per orang pada hari-hari biasa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan