Dibandingkan kota/kabupaten di Jawa Barat lainnya, seperti Bandung, bogor, atau Garut, nama Purwakarta sebagai objek wisata memang kurang populer. Padahal, kabupaten yang berselang sekitar dua jam berkendara dari Jakarta tersebut memiliki sejumlah destinasi liburan yang oke, dan salah satu yang sedang ngehits adalah gunung Parang. Pasalnya, selain menawarkan panorama khas pegunungan, kawasan ini juga telah didukung sebuah hotel tebing atau hotel gantung yang ekstrem.
Tidak bisa dipungkiri, banyak orang yang lebih mengenal Purwakarta sebagai kota perlintasan dan kawasan industri karena fokus pemerintah daerah setempat selama ini hanya tertuju pada peningkatan investasi di sektor industri.[1] Hal tersebut yang akhirnya membuat jumlah kunjungan wisatawan ke Purwakarta cenderung fluktuatif meskipun sebenarnya ada banyak tempat rekreasi yang bisa dituju.[2]
Kabupaten yang berbatasan dengan Bandung Barat (selatan), Subang (timur dan utara), serta Cianjur (barat) tersebut memang memiliki sejumlah spot liburan yang asyik. Beberapa yang cukup populer dan menjadi unggulan antara lain Situ Buleud, Makam Syekh Baing Yusuf, Grama Tirta Jatiluhur, Situ Cikumpay, Keramik Plered, Makam Mama Sempur, Lembur Kahuripan Pasanggrahan, Situ Wanayasa, hingga Curug Cipurut dan Cipanas Ciracas.
Selain nama-nama di atas, ada pula Gunung Parang yang mulai nge-hits dalam beberapa tahun terakhir. Terletak di Kampung Cihuni, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru atau sekitar 28 km dari pusat kota, Gunung Parang diklaim dapat memanjakan para pemanjat tebing dikarenakan punya keindahan alam yang masih asri, udara yang sejuk, serta jalur panjat tebing yang cukup menantang.[3]
Untuk kebutuhan memanjat, Gunung Parang setidaknya sudah memiliki tiga jalur panjat, yaitu Tower I dengan ketinggian jalur panjat sekitar 700 meter, Tower II yang memiliki ketinggian jalur panjat yang hampir sama dengan Tower I, tetapi dengan bentuk meruncing di bagian atas mirip senjata parang, dan Tower III yang terlihat lebih tumpul dan landai.

fasilitas Hotel Tebing Purwakarta
Selain jalur pemanjat yang menantang, daya tarik lainnya Gunung Parang adalah punya sebuah hotel tebing atau hotel gantung. Dinamakan demikian, akomodasi ini memang terletak di atas tebing, dengan ketinggian sekitar 400 sampai 900 meter di atas permukaan tanah. Tentu saja, untuk bisa menuju penginapan ini, wisatawan harus memanjat tebing batu yang nyaris vertikal menggunakan tangga besi berdiameter sekitar 1 cm.
Dilansir dari BBC, ternyata bukan cuma memanjat tebing yang harus dilakukan pengunjung jika ingin menuju hotel. Ketika sampai di ketinggian 500 meter, mereka harus melewati Tyrolean, menggantung dan melayang horizontal sejauh 100 meter seperti atraksi flying fox. Bagian ini terasa lebih menegangkan dibandingkan saat memanjat via ferrata mengingat turis hanya bisa “mempercayakan” keselamatan pada tali yang melingkari badan dan tertaut ke rel.
Namun, ketika sudah sampai di hotel, segala ketegangan tersebut langsung berubah menjadi kepuasan. Pasalnya, hotel yang pertama kali dibuka untuk umum pada tahun 2017 ini memang menawarkan sesuatu yang tidak dipunyai penginapan sejenis pada umumnya. Berada di atas ketinggian, pemandangan yang disajikan pun dijamin mengagumkan. Lantai dan dinding hotel ini terbuat dari material polikarbonat yang bening sehingga tamu bisa melihat pemandangan di sekitar dari dalam kamar.
Walaupun berlokasi di tempat yang “tidak biasa”, fasilitas yang ditawarkan akomodasi ini ternyata tidak jauh berbeda dengan hotel pada umumnya. Hotel tebing juga sudah didukung aliran listrik sehingga wisatawan tidak perlu takut gelap dan dapat mengisi baterai perangkat atau gawai yang mereka bawa. Selain itu, sudah tersedia pula empat kasur tidur, bantal, selimut, lampu, televisi, pendingin ruangan, meja makan, air mineral galon, wastafel, pemanas makanan, dan pemanas air listrik.

tarif Hotel Tebing Purwakarta
Dengan segala sensasi yang ditawarkan serta fasilitas yang dimiliki, berapa biaya yang perlu dikeluarkan untuk bisa menginap di hotel tebing Purwakarta tersebut? Harga sewa kamar akomodasi ini memang lumayan mahal, sekitar Rp4 jutaan per malam, tetapi sudah termasuk service layaknya hotel pada umumnya, asuransi kecelakaan, serta makan dan minum. Jika berminat singgah, reservasi dapat dilakukan lewat nomor ponsel 0838 1620 4124 atau 0877 7561 6496.
[1] Wulandari, Tresna. 2013. Analisis Place Branding untuk Meningkatkan Citra Kabupaten Purwakarta serta Implikasinya terhadap Keputusan Mengunjungi Destinasi Pariwisata (Studi terhadap Wisatawan Nusantara yang Berkunjung ke Kabupaten Purwakarta). Jurnal Ilmu Manajemen & Bisnis, Vol. 4(1): 1-12.
[2] Ibid.
[3] Guntari, Achmad. 2017. Pengembangan Aktivitas Minat Khusus di Kawasan Badega Gunung Parang Kabupaten Purwakarta (Skripsi). Manajemen Resort dan leisure Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Pendidikan Indonesia.






