Keanekaragaman budaya di Indonesia melahirkan tradisi, bahasa, hingga makanan khas yang menarik untuk dijelajahi. Tak heran, jika sebagian orang bahkan memilih mengunjungi sejumlah situs sejarah dibandingkan wahana rekreasi. Saat ini rumah adat di daerah tertentu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, salah satunya Kete Kesu. Desa adat yang instagenic ini mampu menjadi magnet bagi para turis untuk datang ke Toraja. Apalagi harga tiket masuk terjangkau membuat Kete Kesu tak pernah sepi pengunjung.
Kete Kesu adalah salah satu desa adat masyarakat Toraja. Desa ini terkenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Tana Toraja karena deretan tongkonan (rumah adat Toraja) yang telah berusia ratusan tahun. Tongkonan merupakan rumah adat Toraja yang memiliki makna, mulai dari status sosial sampai arti kehidupan. Bagi Anda yang penasaran, berikut ulasan lengkap mengenai keunikan desa adat Tana Toraja tersebut.
Daya Tarik Kete Kesu
Tongkonan mirip seperti rumah panggung dari kayu. Dari depan, rumah ini tampak berdiri tinggi menjulang dan terlihat ramping serta memanjang di bagian sisinya. Dinding tongkonan dipenuhi papan berukiran khas Toraja, sedangkan atapnya berbentuk seperti perahu. Di atas rumah biasanya terpasang patung kepala kerbau yang terdiri dari tiga warna, yakni putih, hitam, dan belang atau biasa disebut bule. Di beberapa tongkonan terdapat patung tambahan berupa kepala ayam atau naga sebagai tanda pemilik rumah adalah yang dituakan di tempat itu.
Jika ditotal, Kete Kesu memiliki enam tongkonan yang digunakan sebagai tempat tinggal. Di depan enam tongkonan ini berjejer tujuh tongkonan lain dengan ukuran lebih kecil. Bentuknya persis seperti miniatur tongkonan yang kerap diletakkan warga Toraja di halaman rumah meski tempat tinggalnya sekarang adalah rumah tembok, bukan tongkonan.[1]
Sebagai desa tertua di Kecamatan Sanggalangi, Desa Kete Kesu juga menjadi tempat berlangsungnya sejumlah upacara tradisional Suku Toraja, seperti Rambu Tuka yang dirayakan ketika akan memasuki tongkonan. Selain perayaan adat, daya tarik Kete Kesu juga karena keberadaan kuburan batu yang terletak di tebing-tebing batu Bukit Buntu Kesu. Di bukit tersebut, para wisatawan dapat berkesempatan menyaksikan keunikan pemakaman Toraja. Nah, jika ingin bergegas ke Kete Kesu, Anda dapat menyiapkan budget perjalanan dan tiket masuknya.

Harga Tiket Masuk Kete Kesu
Untuk menuju Kete Kesu, Anda dapat naik bus dari Makassar ke Toraja dan turun ke Rantelemo dengan biaya sekitar Rp220 ribu-Rp250 ribu. Sedangkan untuk harga tiket masuknya, Anda cukup merogoh kocek sebesar Rp15 ribu per orang. Murah, bukan?
Anda dapat puas menikmati view tongkonan sambil mengabadikan setiap sudutnya. Dijamin, Anda akan lupa waktu berkeliling Kete Kesu seharian. Selain ke Kete Kesu, Anda dapat menjelajahi sejumlah destinasi wisata seperti Danau Limbong, Bori Kalimbuang, Londa, hingga Buntu Burake. Masing-masing dikenai biaya masuk sebesar Rp15 ribu per orang. Nah, tak lupa Anda harus menyiapkan akomodasi berupa hotel atau wisma terdekat di Kete Kesu untuk melepas penat.
Daftar Penginapan Terdekat di Kete Kesu
| Nama Penginapan | Alamat | Tarif per malam (Rp) |
| Hotel Pison | Pongtiku II / 8 / Rantepao, Rantepao, Toraja Utara, sulawesi Selatan | 100.000 |
| Mama Tia Family Homestay | Jl. Kete Kesu, Kesu, Toraja Utara, Sulawesi Selatan | 189.000 |
| Toraja Lodge Hotel
|
Tampo Tallunglipu, Tallunglipu, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan | 299.999 |
| RedDoorz near Bolu Toraja
|
Jl. Poros Rantepao-Palopo No.KM 12, Bolu, Rante | 300.356 |
| Riana Homestay | Jalan Diponegoro No 83H, Rantepao, Rantepao, Toraja Utara | 369.479 |
| Hiltra Toraja Hotel | Jl. Pramuka No.70 Rantepao, Rantepao, Toraja Utara | 450.000 |
| Toraja Misiliana Hotel | Jalan Pongtiku No 27, Rantepao, Kesu, Toraja Utara, Sulawesi Selatan | 462.117 |
| Blesshos Home | Jalan Diponegoro No.77, Rantepao, Toraja Utara, Rantepao, Toraja | 600.000 |
| Toraja Heritage Hotel | Jl. Kete Kesu, Kesu, Toraja Utara, Sulawesi Selatan | 741.177 |
Informasi penginapan di atas kami rangkum dari berbagai sumber di internet pada 2020. Harga sewa tersebut dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu tergantung kebijakan pihak pengelola. Anda dapat menelusuri sejumlah situs online untuk memeriksa ketersediaan kamar atau melakukan reservasi.

[1] Indah, Rossa. Crossroad (jakarta: Mizan Qanita, 2014), hlm. 179






