Setiap desa memiliki potensi wisata dengan keunggulan masing-masing. Begitu pula di Desa Sidomulyo, kota Batu, Jawa Timur, yang tengah memperkenalkan Kampung Sakura yang di dalamnya ada beraneka bunga hias. Seperti apa keunikan Kampung Sakura yang kini mulai sering dikunjungi wisatawan?
Sidomulyo Floral Festival
Desa Sidomulyo sudah tidak asing bagi pencinta bunga karena memang merupakan daerah penghasil bunga. Tak salah jika desa tersebut kemudian dipilih untuk mengadakan event yang dinamai Sidomulyo Floral Festival. Event perdana tersebut digelar dengan berbagai perlombaan sekaligus berperan sebagai pesta rakyat.
Sidomulyo Floral Festival 2022 digelar seiring dengan rangkaian peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) dalam agenda Oktoberfest Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kota Batu. Event yang diselenggarakan pada 21-29 Oktober 2022 itu dimeriahkan dengan lomba hias kampung, dekorasi taman (landscape), fotografi, videografi, fashion anak dan remaja, fashion carnival, floral culinary, merangkai bunga, dekorasi pelaminan, dan lomba floral bride make up. Tak hanya itu, ada pula expo landscape dan bazar floral culinary yang bekerja sama dengan pelaku kopi Kota Batu seperti Janus Café, Kembar Djaja Café, Greenrock Café, dan Beuja Street Coffee.
lokasi dan Daya Tarik Kampung Sakura
Dari kemeriahan event Sidomulyo Floral Festival 2022 itu, lomba kampung hias menjadi perhatian tersendiri bagi Pemerintah Kota Batu, apalagi antusiasme masyarakat yang benar-benar menghias kampungnya terbilang tinggi. Dari banyaknya kampung hias yang dilombakan, ada Kampung Sakura yang berada di Dusun Sukorembug RT 05 RW 11 yang kemudian ramai dikunjungi karena memiliki tampilan unik.

Kampung Sakura berasal dari singkatan Sawah Makmur Sejahtera. Saat berada di sana, Anda akan menemukan banyak hiasan bunga beraneka jenis, seperti tabebuya, aster, hingga dahlia. Bunga-bunga ini ternyata bukan bunga asli, melainkan kantong kresek yang disulap oleh warga begitu mirip bunga aslinya.
Sampah plastik tersebut dilipat dan dibentuk sedemikian rupa, lalu diikat dengan kawat agar terlihat seperti bunga sakura. Sementara untuk batang pohon sakuranya, ada yang dibuat dari batang pohon cemara udang, dan ada juga yang dari batang pohon apel. Setelah semua daun aslinya digugurkan, selanjutnya tinggal diganti dengan daun sakura plastik. Sebagian batang pohon sakura tersebut ada yang dibiarkan seperti aslinya agar terlihat alami, tetapi ada juga yang dicat hitam atau cokelat tua agar terlihat lebih estetik. Selain itu, Kampung Sakura juga menyuguhkan konsep ramah anak dengan menghadirkan berbagai permainan tradisional.
Untuk mewujudkan Kampung Sakura, rupanya warga sudah mulai bergotong royong menata pernak-pernik hiasan sesuai konsepnya sejak Oktober 2022 lalu. Selain membuat warga kampung menjadi guyub rukun, dengan memanfaatkan sampah plastik menjadi replika pohon sakura, diharapkan bisa mengurangi produksi sampah di sekitar Dusun Sukorembug.
Dengan kehadiran Kampung Sakura, tak sedikit warga yang melintas di sekitar Jl. Cemara Embun, Desa Sidomulyo ini memanfaatkan momen dengan berswafoto. Apalagi hiasan bunganya benar-benar cantik, sehingga tampak seperti berada di Jepang. Jika Anda penasaran, tak ada salahnya mampir di Kampung Sakura Desa Sidomulyo.






