Di wilayah Kabupaten Malang mulai bermunculan sejumlah lokasi wisata alam maupun buatan yang banyak dikunjungi wisatawan. Ada satu lokasi yang kehadirannya viral di media sosial dengan sebutan Wisata LGS. Destinasi wisata alam itu menawarkan sumber air jernih dan area kolam renang yang dapat dinikmati semua kalangan. Apalagi, dengan harga tiket masuk terjangkau membuat banyak orang penasaran berkunjung ke Lembah Gunungsari. Apa saja daya tarik dari Wisata LGS?
Sejarah Lembah Gunung Sari
Wisata Alam Lembah Gunung Sari di Desa Kucur telah resmi beroperasi pada 2018 silam. Diresmikan oleh Bupati Malang dengan memakai dana bantuan desa, lembah seluas 3,4 hektare ini kemudian eksis menjadi tempat wisata populer yang terus-menerus dikunjungi wisatawan. Lembah Gunung Sari menjadi potensi wisata baru di Desa Kucur yang dikenal dengan komoditi unggulannya yakni cabai besar.[1] Lalu, bagaimana awal mula Lembah Gunung Sari?
Konon, Lembah Gunung Sari merupakan sebuah petilasan sebagai bagian dari jejak sejarah di era Majapahit. Petilasan tersebut berupa pohon tua yang berada di atas bukit. Kabarnya, bagi pengunjung yang mandi di sumber air Lembah Gunung Sari akan mendapatkan kulit yang awet muda. Terlepas dari kisahnya, Lembah Gunung Sari telah lama menjadi sumber air bagi masyarakat setempat. Sumber air Lembah Gunung Sari yang mengucur begitu deras diyakini juga menjadi awal mula nama desa setempat yakni Desa Kucur.
Lembah Gunung Sari atau biasa disebut LGS ini menjadi tempat wisata andalan masyarakat Desa Kucur. Lembah Gunung Sari pun dikelola oleh pihak desa dengan melibatkan masyarakat setempat dalam hal pengembangannya. Bahkan, sejumlah civitas akademika turut andil dengan mengadakan program penanaman bibit bunga yang bertujuan untuk mempercantik potensi wisata alam LGS, sehingga makin menarik perhatian pengunjung.
Fasilitas Lembah Gunung Sari
Tak hanya keindahan view lembah, Anda dapat menemukan pemandian yang mata airnya langsung bersumber dari pegunungan. Di pemandian ini, ada kolam renang dewasa dan anak-anak yang tampak bersih dan segar. Untuk menambah kenyamanan para wisatawan, pihak pengelola melengkapi fasilitas musala.
Di sisi kolam, juga terdapat gazebo yang nyaman bagi Anda yang ingin bersantai sambil menikmati suasana sejuk sekitar. Terbuat dari potongan bambu, gazebo ini cukup untuk menampung sekitar lima orang. Selain itu, ada juga gazebo dengan ukuran lebih besar yang dapat digunakan untuk rombongan dengan kapasitas 10 orang.
Bagi Anda yang ingin menginap, Lembah Gunung Sari juga punya area camping ground di atas bukit. Anda cukup melalui jalan berundak di samping musala. Anda pun dapat singgah di bangunan khas pedesaan dari bilik bambu di tengah pohon rindang. Cocok sekali dijadikan spot foto ciamik bertema alam.
Seiring waktu, Lembah Gunung Sari ramai dikunjungi wisatawan. Di saat hari libur, jumlah kunjungan wisatanya bisa mencapai 700 orang, baik dari Kota Malang maupun luar Kota Malang. Untuk bisa menikmati keindahan Lembah Gunung Sari, Anda harus rela menempuh jalan yang curam dan cukup jauh menuju pintu masuknya sekitar 20 menit dari pusat kota. Dengan perjuangan yang tak mudah, keindahan Lembah Gunung Sari menjadi bayaran setimpal bagi para wisatawan.
harga tiket Masuk Lembah Gunung Sari
| Jenis Tiket | Tarif |
| Tiket Masuk per orang | Rp5.000 |
| Parkir Motor | Rp3.000 |
| Parkir Mobil | Rp10.000 |
| Bumi Perkemahan per orang | Rp20.000 |
Nah, bagi Anda yang berniat camping, maka perlu menyiapkan perbekalan dan perlengkapan dari rumah. Perlu diingat, jam operasional Lembah Gunung Sari mulai pukul 08.00 – 15.00 WIB.
Rute Lembah Gunung Sari
Lembah Gunung Sari berlokasi di Jl. Raya Klampok, Desa Kucur, Kec Dau, Kabupaten Malang. Tempatnya cukup mudah dicari karena jalurnya tidak bercabang. Jika Anda berangkat dari Kota Malang, tinggal mengikuti arah ke kawasan Bandulan.
Dari Jl. Raya Bandulan, Anda dapat mengikuti jalan melewati Jedong. Anda diperkirakan akan menempuh waktu sekitar 30 menit hingga sampai lokasi. Jika masih bingung, Anda bisa bertanya arah pada warga sekitar atau menggunakan Google Maps.
[1] Suratno. 2017. Sejarah Desa Mulyoagung Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Malang: MNC Publishing. Hlm 20.
