Menikmati Kuliner Khas di Desa Wisata Pentingsari

  • Whatsapp

Lelah dan capek sudah pasti dirasakan semua peserta CoV 8. Field trip ke kawasan terdampak bencana erupsi Merapi cukup menyita tenaga mereka. Namun, lelah itu sepertinya sirna saat mereka sampai di Desa Wisata Pentingsari, Umbulharjo, Cangkringan.

Betapa tidak, saat peluh mulai membasahi baju, hawa segar dan sumilir angin di bawah pepohonan pedesaan mengembalikan vitalitas tubuh. Para peserta dari lima benua itu diajak mampir ke base camp “Omahe Simbok”. Alunan gendhing-gendhing Jawa menyambut kehadiran peserta di Pentingsari.

Bacaan Lainnya

Empat punakawan yang terdiri atas Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong lantas menarinari menghampiri tamu-tamu mereka. Tamu yang disambut justru tak segera menyapa. Beberapa di antaranya tertegun menyaksikan tarian punakawan. Sebagian lainnya segera mengeluarkan kamera untuk mengabadikannya.

Lihat Juga:   4 Pantai di Malang yang Belum Terjamah dan Lokasinya

Ada juga yang menyempatkan diri berfoto bersama punakawan. Seorang di antara ratusan peserta CoV 8 yang tampak “sibuk” adalah Bigher Lueher. Peneliti asal itu memang penyuka . Sajian menu di Pentingsari cukup menggelitik lidahnya untuk bergerilya mencicipi hampir semua hidangan yang tersaji. “Selamat makan, mari makan,” ujarnya sesaat setelah duduk di kursi sebelah Radar Jogja.

Di tangan kirinya piring penuh aneka . Nasi, gudhangan, sate dan tongseng jamur, ayam terik, tahu bacem, dan peyek petho. Komplit. “It’s so delicious,” gumamnya sambil tersenyum.

Awalnya, Lueher sempat tertegun melihat piring yang digunakan untuk makan. Berupa anyaman bambu dengan alas daun pisang. Sebelum menaruh nasi, pria paruh baya bertubuh tambun itu membolak-balik piring itu. “It’s nice,” katanya.

Selesai makan, Lueher tidak lantas diam. Dia mencari hidangan lain. Kali ini es kelapa muda. “Is it kelapa muda?” tanyanya kepada perempuan paruh baya penyaji hidangan yang menjawab dengan anggukan.

Lihat Juga:   Menyelam dan Bermain dengan Ikan di Umbul Ponggok

Lueher menolak dilayani. Dia lantas meminta gelas dan sendok besar yang dipegang pe nyaji es kelapa muda. Lueher tampak puas mengambil sendiri sesuai seleranya.

Selesai dengan es degan, Lueher menghampiri stan aneka tradisional. Ada tiga pilihan, jahe, teh jeruk, dan wedang secang. Lueher memilih yang terakhir. Cairan warna merah dari termos segera diserutupnya. Dia lantas mengambil gula dan membubuhkannya ke cangkir. Lueher sangat menikmati semua hidangan. Menurut dia, selain khas, aneka hidangan menggugah selera. Dia justeru terkesan dengan nasi dan tahu bacem yang dianggapnya perpaduan unik.

Pentingsari memang menjadi field trip untuk sarana istirahat peserta CoV8. Pentingsari dipilih lantaran kawasan tersebut berada di lereng Merapi dan memiliki keindahan alam suasana pedesaan nan asri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan