Pengertian Glamping, Apa Saja Fasilitasnya dan Berapa Harganya?

  • Whatsapp
Ilustrasi: tenda glamping (sumber: detik)
Ilustrasi: tenda glamping (sumber: detik)

Saat ini, selain menginap di hotel, villa, guest house, atau resort, juga dapat memilih di glamping. Ini adalah penginapan kekinian yang semakin hits di kalangan traveler milenial. Lalu, apa pengertian glamping? Apakah berbeda dengan pada umumnya? Apa saja fasilitas yang didapatkan dan berapa biaya yang diperlukan untuk bisa menginap seperti ini?

Sebelum membahas glamping, tidak ada salahnya jika kita mengupas sedikit mengenai camping. Sering juga disebut dengan berkemah, camping adalah rekreasi yang kreatif dan mengandung unsur pendidikan yang dilakukan dengan cara tinggal, bermalam, dan melakukan aktivitas hidup secara berkelompok (atau sendirian) di ruang luar atau ruang terbuka.[1]

Bacaan Lainnya

Biasanya, aktivitas camping dilakukan di hutan, dekat , , , atau tempat terbuka lainnya yang memang sengaja ditujukan untuk camping (sering disebut bumi perkemahan). Rata-rata membutuhkan perjalanan melewati jalan setapak dan alam liar, kadang naik dan turun, serta harus tinggal tanpa fasilitas seperti warung dan kasur, maka ada sejumlah peralatan yang wajib dibawa ketika camping, termasuk tenda, kompor dan peralatan memasak, matras, sleeping bag, botol minuman, dan lainnya.

Pengertian Glamping

Bagi mereka yang mengaku pencinta alam, camping bisa dikatakan sebagai makanan harian dan tidak akan mengeluh jika harus membawa peralatan yang banyak. Namun, untuk mereka yang tidak berpengalaman berkemah, aktivitas ini dinilai hanya menguras energi dan mental, karena harus membawa beban berat sambil menapaki jalan yang terjal menuju lokasi berkemah.

Nah, untuk memfasilitasi wisatawan yang ingin berkemah, tetapi tidak ingin repot, sekarang sudah banyak penyedia akomodasi yang menawarkan penginapan model glamping. Dikutip dari berbagai sumber, glamping adalah istilah yang mengacu pada kegiatan berkemah di suatu tempat , yang telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk kenyamanan. Fasilitas tersebut biasanya berupa tenda besar yang sudah berdiri, kasur di dalam tenda, televisi di dalam tenda, listrik di dalam tenda, kamar mandi dan terkadang air panas di dalam tenda, bahkan minuman gratis. Secara singkat, glamping adalah berkemah dengan cara yang glamour.

Lihat Juga:   Bujet Wisata JTP Group di Batu
Ilustrasi: fasilitas tenda glamping (sumber: piknikwisata.com)
Ilustrasi: fasilitas tenda glamping (sumber: piknikwisata.com)

Meski baru hits di dalam negeri dalam beberapa tahun ke belakang, sebenarnya wisata glamping sudah sangat populer di kalangan wisatawan kaya di Benua Eropa dan Amerika.[2] Biasanya, mereka mencari akomodasi perkemahan dengan pemandangan menakjubkan, tetapi tetap ingin menikmati segala kemewahan layaknya bermalam di hotel berbintang.

Setelah sejumlah orang meng-upload foto-foto mereka sedang berlibur di media sosial, terutama Instagram, tren glamping lantas makin berkembang di kalangan wisatawan. Instagram sendiri adalah aplikasi berbagi foto dan video yang memungkinkan pengguna untuk mengambil foto, menerapkan filter digital, lalu membagikannya ke berbagai orang.[3] Jadi, tidak heran jika kemudian banyak gambar di Instagram yang tampil cantik, menarik banyak orang untuk melakukan hal serupa, termasuk glamping.

Perbedaan Glamping dan Camping

  • Perbedaan utama antara glamping dan camping adalah fasilitas yang disediakan. Glamping benar-benar menawarkan suasana rumah dengan segala fasilitas dan perabotannya yang nyaman, tempat tidur mewah, sofa, fasilitas hiburan, kamar mandi, dan makanan. Sebaliknya, hampir semua kebutuhan camping harus dibawa sendiri oleh traveler.
  • Selai fasilitas, glamping juga menyediakan layanan yang lebih mewah dibandingkan camping. Ketika tamu membutuhkan makan misalnya, mereka tinggal meminta kepada staf atau pengelola. Sementara itu, saat camping, semua harus disiapkan sendiri, mulai memasak, mencari minum, sampai membersihkan alat makan.
  • Desain tenda antara glamping dan camping juga berbeda. Biasanya, glamping memakai tenda berukuran besar dan mewah, serta hadir dalam berbagai bentuk, tidak cuma mengerucut. Sementara itu, tenda untuk camping umumnya lebih kecil dan ringkas, bisa dilipat jika sedang tidak digunakan.
  • Biaya antara glamping dan camping pun berbeda jauh. Biasanya, tarif glamping dipatok mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah per malam. Sementara itu, traveler hanya perlu membayar sewa lahan perkemahan apabila ingin mendirikan tenda sendiri. Tarif sewa lahan ini bervariasi, ada yang Rp20 ribu per malam dan ada juga yang Rp50 ribu per malam.
Lihat Juga:   Tarif INNI Homestay, Akomodasi Nyaman di Perumahan Araya, Malang

Jika Anda berminat glamping, sudah ada banyak tempat di Indonesia yang dapat Anda kunjungi. Menurut rekomendasi Kementerian Pariwisata Indonesia, sejumlah tempat yang wajib didatangi antara lain The Canopi Treasure Bay di Bintan, Tanakita di Sukabumi, Villa Khayangan di Bogor, Highland Park Resort di Bogor, Bravo Adventure Glamping di Sukabumi, Dusun Bambu di Bandung, Legok Kondang di Ciwidey, Green Hill Park Ciwidey, Lakeside Rancabali, Trizara Resort, The Lodge Maribaya, Jeeva Beloam Beach Camp di Lombok Timur, Sang Giri Mountain Tent Resort Bali, Menjangan Dynasty Resort Bali, dan Watukaka Resort Sumba.

[1] Rinaldi, Ogi. 2015. Kawasan Bumi Perkemahan di Kota Singkawang. Jurnal Online Mahasiswa Arsitektur Universitas Tanjungpura, Vol. 3(2): 198-210.

[2] Putra, R. A. 2017. Fungsi Media Sosial Instagram dalam Meningkatkan Minat Wisatawan Glamping Lakeside Rancabali (Skripsi). Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan Bandung.

[3] Ibid.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan