Seperti banyak kota besar lainnya, selain bandara dan stasiun, Malang juga sudah memiliki fasilitas terminal untuk pemberhentian bus dari luar kota. Bernama Terminal Arjosari, ini dapat dikatakan sebagai terminal bus terbesar di Kota Malang yang melayani perjalanan bus antar kota dalam provinsi (AKDP) maupun antar kota antar provinsi (AKAP). Dengan jadwal keberangkatan mulai pagi hingga malam hari, tarif bus di Terminal Arjosari tentu saja bervariasi, tergantung rute yang ditempuh.
Lokasi Terminal Arjosari sebelumnya merupakan tempat pembuangan akhir (TPA). Semenjak tahun 1989, bangunan fisik terminal mulai dibangun di lokasi ini. Terminal ini diresmikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada 13 November 1989. Semula status pengelolaan terminal ini berada di bawah Pemerintah Kota Malang. Namun, kini sudah beralih dikelola langsung oleh Kementerian Perhubungan RI.
Terminal Arjosari merupakan terminal tipe A yang melayani perjalanan bus AKDP dan AKAP. Selain itu, di bagian lain terminal ini, juga melayani angkutan kota dan angkutan desa, dengan trayek meliputi daerah-daerah di Malang Raya, seperti Stasiun Kota Baru, Dinoyo, Landungsari, Gadang, Janti, Alun-Alun, hingga Terminal Gadang di sisi selatan.
Lokasi Terminal Arjosari
Terminal Arjosari beralamat di Jl. Raden Intan No. 1, Kelurahan Arjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Lokasinya terletak di Malang sisi utara, berbatasan langsung dengan Kabupaten Malang (Karanglo). Meski mungkin sebagian besar bus yang singgah di terminal ini berasal dari jalur pantura, tetapi ada juga yang sejumlah armada dari jalur selatan yang berhenti di terminal tersebut.

Penempatan lokasi antara bus, taksi, dan mikrolet (angkutan kota) di Terminal Arjosari dibuat terpisah. Untuk menjangkau berbagai tempat tujuan di wilayah Kota Malang, penumpang dapat menggunakan jasa angkutan kota alias angkot. Sementara itu, untuk daerah di luar Kota Malang yang masih masuk Karesidenan Malang, seperti Tumpang dan Lawang, dapat diakses dengan angkutan desa. Lalu, apa saja fasilitas yang disediakan di Terminal Arjosari?
Fasilitas Terminal Arjosari
Terminal Arjosari ini telah melalui proses renovasi pembangunan sejak 2011 silam. Selain memperbaiki fasilitas yang tak layak, proses pembangunan tersebut bertujuan untuk mengubah wajah dari terminal agar lebih modern. Karena dikelola oleh Kementerian Perhubungan, maka standar bangunan dan fasilitas yang tersedia tentu sudah memenuhi aturan pusat.
Proses renovasi di Terminal Arjosari dijalankan secara bertahap. Namun, Anda kini sudah bisa melihat perubahannya. Bangunan terminal lebih megah dengan beberapa fasilitas yang diperbaiki seperti ruang tunggu penumpang, musala, dan tempat parkir bus. Shelter bus dan beberapa toilet pun tak luput dari perbaikan sehingga layak digunakan.
Sebagai sebuah terminal tipe A, fasilitas penunjang Terminal Arjosari terbilang memadai. Di terminal ini, Anda dapat menemukan 6 peron (tempat penurunan dan keberangkatan penumpang), tempat istirahat sementara bus, menara pengawas, LCD informasi, agen tiket bus, area parkir penumpang, dan kantin.
Pihak pengelola pun telah menambahkan fasilitas khusus disabilitas serta ibu hamil dan menyusui, sehingga semua kalangan bisa merasa nyaman selama berada di terminal. Tak hanya penumpang, para awak sopir juga akan mendapatkan fasilitas ruang makan dan istirahat yang ditempatkan di sisi utara terminal. Meski beberapa telah dibangun, hingga kini Terminal Arjosari masih dalam pengembangan.
Terminal Arjosari melayani rute dari banyak kota, khususnya yang berada di wilayah Jawa Timur. Untuk bus AKDP dengan tujuan kota-kota di Jawa Timur seperti surabaya, Probolinggo, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Blitar, Tulungagung, dan trenggalek, tidak memiliki jadwal keberangkatan/kedatangan yang pasti. Anda bisa sewaktu-waktu datang saat jam operasional aktif bus, biasanya mulai pukul 04.00 WIB sampai 22.00 WIB. Biasanya, keberangkatan dilakukan minimal satu jam sekali, bahkan untuk bus jurusan Surabaya, rentang waktunya bisa 10 menit sekali.
Jadwal dan Tarif Bus di Terminal Arjosari
| Tujuan | Jadwal | Armada Bus | Tarif |
| Surabaya | Sewaktu-waktu | Kalisari, Restu, Tentrem, Pelita Mas, Menggala | ATB: Rp20.000 |
| Patas: Rp40.000 | |||
| Merak | 14.30 WIB | Medali Mas | Rp380.000 |
| Bogor | 12.30 WIB | Pahala Kencana, Lorena, Karina | Rp340.000 |
| Jakarta | 13.30 WIB | Pahala Kencana, Muncul, Safari Dharma Raya, Kramat Djati, Malino Putra, Lorena, Karina, PO Ans | Rp330.000 |
| Bandung | 13.30 WIB | Pahala Kencana, Lorena, Karina, Kramat Djati | Rp320.000 |
| Denpasar | 14.30 WIB | Santoso, Malang Indah, Gunung Harta, Medali Mas, Zena | Rp200.000 |
| Cirebon | 16.00 WIB | Coyo, Esri, Handoyo, Medali Mas | Rp270.000 |
| Pekalongan | 17.00 WIB | Medali Mas | Rp270.000 |
| Tegal | 17.00 WIB | Medali Mas | Rp290.000 |
| Solo | 18.00 WIB | Malang Indah | Rp240.000 |
| Kudus | 19.00 WIB | Nusantara | Rp175.000 |
| Pati | 19.00 WIB | Nusantara | Rp175.000 |
| Semarang | 19.00 WIB | Handoyo, Muncul, Medali Mas, Safari Dharma Raya, Esri, Nusantara, Zena | Rp200.000 |
| jogja | 19.00 WIB | Zena, Safari Dharma Raya, Santoso, Handoyo, Muncul | Rp210.000 |
| Magelang | 19.00 WIB | Zena, Handoyo | Rp200.000 |
Informasi harga tiket bus di Terminal Arjosari tersebut kami rangkum dari berbagai sumber dan merupakan tarif terendah. Anda kemungkinan bisa mendapatkan harga tiket lebih mahal, tergantung kelas yang dipilih. Jika dibandingkan penawaran sebelumnya, harga tiket bus dari Malang ke berbagai daerah saat ini terpantau fluktuatif. Misalnya, harga tiket bus Malang-Jakarta yang semula dipatok mulai Rp320 ribu, sedikit naik menjadi Rp330 ribu per orang. Berbeda dengan harga tiket Malang-Bandung yang turun dari Rp350 ribu menjadi Rp320 ribu per orang.
[Update: Ditta]






