Indahnya Senja Berbalut Aura Mistis di Pantai Ngliyep dan Harga Tiket Masuk Terbaru

  • Whatsapp
Keindahan Pantai Ngliyep dari kejauhan (sumber: horesurabaya.co.id)
Keindahan Pantai Ngliyep dari kejauhan (sumber: horesurabaya.co.id)

Menikmati semilir angin laut sambil duduk di hamparan pasir pantai yang putih dan lembut seolah menjadi pilihan banyak orang untuk menikmati liburan. Pantai-pantai di Bali dan Lombok masih menjadi primadona utama untuk menikmati liburan bagi para wisatawan. Akan tetapi jika Anda menginginkan suasana berbeda, ada beberapa daerah yang juga gencar mempromosikan wisata pantainya, salah satunya Kabupaten Malang. Pesona pantai selatan di Kabupaten Malang telah banyak membius para wisatawan yang datang untuk kembali berkunjung, seperti Pantai Ngliyep.

Dari deretan pantai selatan, Pantai Ngliyep adalah salah satu alam andalannya dan berlokasi di Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pantai Ngliyep yang berjarak 62 km dari Kota Malang ini sudah eksis sejak 1980-an dengan area seluas 10 hektare.[1] Saking luasnya Ngliyep, pantas jika para pengunjung bisa puas menyusuri pinggiran pantainya.

Bacaan Lainnya

Mitos Pantai Ngliyep

View Pantai Ngliyep tetap menjadi daya tarik utama bagi para pelancong. Pasalnya, gulungan ombak pantainya akan mempesona setiap mata yang memandang, bahkan bisa membawa Anda tertidur. Itu sebabnya, pantai ini dikenal dengan nama Ngliyep yang memiliki arti tertidur.

Kawasan Pantai Ngliyep cukup padat dengan karang, tidak seperti Pantai Balekambang relatif lapang penuh pasir. Namun sebaliknya, Pantai Ngliyep juga memiliki kesamaan dengan Balekambang, yakni sama-sama memiliki pulau kecil di tengah lautan dangkal. Pulau kecil di Pantai Ngliyep tersebut dinamakan Gunung Kombang. Menurut cerita, gunung ini merupakan tempat bertapa sekaligus tempat Nyi Roro Kidul.

Ada pula Bukit Cinta Kasih yang berada di sebelah kiri Pantai Ngliyep. Bukit yang tinggi ini bisa diakses untuk berburu sunset, tapi tidak semua bisa melaluinya karena bukit ini terbilang tinggi. Nah, kabarnya, bagi muda-mudi yang berhasil mencapai puncak Bukit Cinta Kasih, bakalan berjodoh loh! Terlepas dari semua kisah mitos atau legendanya, Pantai Ngliyep tetap eksis menjadi favorit semua kalangan.

Paduan pasir dan batu karang di Pantai Ngliyep (sumber: grid.id)
Paduan pasir dan batu karang di Pantai Ngliyep (sumber: grid.id)

Daya Tarik Pantai Ngliyep

Pantai Ngliyep Malang hanya berjarak sekitar 82 km dari pusat Kota Malang. Pantai satu ini menawarkan perpaduan apik antara pantai pasir putih yang indah, tebing curam, serta hutan lindung yang menakjubkan. Suara ombak yang menabrak karang menjadikan tempat ini semakin mengagumkan dan harus Anda kunjungi. Anda dapat beristirahat sembari menikmati suasana senja yang romantis.

Lihat Juga:   Harau Resort, Akomodasi Keren Bernuansa Alam di Payakumbuh

Pantai Ngliyep memiliki banyak batu karang, sehingga tidak direkomendasikan sebagai tempat berenang. Akan tetapi Anda tak perlu kecewa, karena bermain air di tepi garis pantai masih diperbolehkan, dengan catatan setiap pengunjung wajib memperhatikan jarak aman yang disarankan. Hal tersebut tentunya demi kenyamanan dan keamanan para pengunjung.

Meski tidak bisa berenang bebas, Pantai Ngliyep masih memiliki pasir putihnya yang lembut. Sayang sekali jika Anda tidak main pasir saat berada di sana. Apalagi, Ngliyep terbilang teduh karena banyak pepohonan hijau di pinggiran pantai. Pantai Ngliyep kini makin istimewa karena ditunjang dengan sejumlah fasilitas yang dibutuhkan para pengunjung.

Fasilitas yang disediakan di pantai ini terbilang cukup lengkap. Terdapat toilet umum, warung kaki lima, toko oleh-oleh, musala, serta gazebo yang dapat Anda gunakan untuk bersantai. Bahkan saat ini, pihak pengelola menambah sarana bermain anak, menara pandang, hingga area pemancingan. Akses menuju lokasi pun kini sudah lebih bagus dari sebelumnya.

Setiap tanggal 14 bulan Maulud (Rabiul Awal), Pantai Ngliyep akan lebih ramai dari hari biasa karena selalu diadakan acara labuhan. Labuhan adalah kegiatan masyarakat Jawa berupa selamatan dengan menyembelih kambing atau sapi yang disedekahkan kepada masyarakat sekitar pantai. Namun, sebagian juga dilarung atau ditebarkan ke tengah laut. Kegiatan ini sudah ada secara turun-temurun sejak masa Mbah Atun, orang yang dipercaya menemukan Ngliyep pertama kali.

Upacara dilakukan oleh masyarakat Kedungsalam dengan membawa beraneka ragam sesaji, diiringi kesenian Jaranan, serta para pengawal yang mengenakan pakaian adat. Sesaji diarak dari pemukiman menuju Gunung Kombang yang berjarak kurang lebih 300 m dari garis pantai, melalui sebuah jembatan dari pesanggrahan Ngliyep.

Akses menuju Pantai Ngliyep relatif mudah. Infrastruktur jalan, baik di wilayah kota maupun Kabupaten Malang cukup baik dan dapat dilewati segala jenis kendaraan. Hanya satu kekurangannya, yaitu belum tersedianya sarana transportasi umum yang langsung menjangkau kawasan pantai di seluruh wilayah Malang Selatan, termasuk Ngliyep.

Upacara larung sesaji pada tradisi Labuhan warga Kedungsalam di Pantai Ngliyep (sumber: timesindonesia.co.id)

Rute Menuju Pantai Ngliyep

Kendaraan Umum (, angkutan kota, ojek)

Bila wisatawan ingin benar-benar merasakan esensi petualangan, naik kendaraan umum menuju Pantai Balekambang patut dicoba. Rutenya adalah dari Arjosari, Malang, naiklah angkutan kota jurusan Terminal Gadang. Lalu, lanjut dengan naik bison jurusan Donomulyo..

Lihat Juga:   Pantai Pailus, Tempat Kemah Asyik di Jepara Tiket Terjangkau

Sesampainya di Donomulyo wisatawan bisa menggunakan jasa ojek untuk meneruskan perjalanan menuju Pantai Ngliyep karena memang belum ada kendaraan umum yang langsung menuju ke pantai tersebut.

Kendaraan Pribadi

Jika hendak pergi berwisata ke Ngliyep bersama rombongan keluarga besar atau teman, ada baiknya wisatawan membawa kendaraan pribadi demi kenyamanan selama perjalanan. Dari pusat Kota Malang, wisatawan dapat memilih salah satu di antara dua rute berikut ini:

Malang – Bululawang

Dari Malang, ambil arah menuju Gadang dan Kendalpayak untuk menuju ke Desa Kedungsalam anda harus melewati Kecamatan Gondanglegi kemudian mengambil arah ke Kecamatan Pagak, dari Pagak Anda hanya tinggal mengikuti petunjuk arah menuju Pantai Ngliyep.

Malang – Kepanjen

Jika memilih rute ini, wisatawan dapat melewati Kecamatan Pakis Aji, kemudian menuju arah Kepanjen, setelah itu ikuti petunjuk arah menuju Kecamatan Pagak, setelah dari pagak Anda mengikuti petunjuk arah ke Donomulyo, setelah itu ikuti saja petunjuk jalan menuju Pantai Ngliyep.

Nah, apabila ingin langsung ke Pantai Ngliyep, Anda perlu menyiapkan budget untuk sejumlah keperluan, mulai dari akomodasi, tiket masuk, biaya parkir, makan, dan mungkin keperluan menginap.

Pantai Ngliyep yang berbatu karang (sumber: kanalmalang.net)
Pantai Ngliyep yang berbatu karang (sumber: kanalmalang.net)

Harga Tiket Masuk Pantai Ngliyep

Jenis Keperluan Tarif (Rp)
Tiket Masuk 15.000
Tiket Parkir Motor 5.000
Tiket Parkir Mobil 10.000
per malam 100.000

Pada 2019, harga tiket masuk Pantai Ngliyep terpantau masih berkisar Rp10 ribu per orang. Namun memasuki 2020 hingga 2021, harga tiket masuk Pantai Ngliyep tentu mengalami perubahan seiring kebijakan pihak pengelola.

Nah, bagi Anda yang datang bersama rombongan keluarga, berikut sejumlah rekomendasi penginapan terdekat dari Pantai Ngliyep sebagai pelengkap liburan saat di Malang Selatan.

Rekomendasi Penginapan Dekat Pantai Ngliyep

Nama Penginapan Alamat & Nomor Tarif per malam (Rp)
Penginapan PD. Jasa Yasa (Hotel Wibisono) Kedungsalam, Donomulyo, Kabupaten Malang, Jawa Timur 65167. Telp: 0857-5543-8505 150.000 – 400.000
Homestay Dhilpatris Pantai Wisata Balekambang, Malang Selatan, Bantur, Malang. Telp: 0823-3322-3335 266.600
Istana Laut 1 Jalan Lintas Selatan (Pantai Batu Bengkung), Donomulyo, Malang, Jawa Timur. 500.000

Ada baiknya, Anda melakukan reservasi jauh-jauh hari apalagi kalau datang saat musim liburan. Anda dapat mengakses sejumlah situs booking online agar lebih praktis.

Suasana di Pantai Ngliyep - jejakpiknik.com
Suasana di Pantai Ngliyep – jejakpiknik.com

[Ditta]

[1] Yulianingsih, Tri Maya. 2010. Jelajah Wisata Nusantara. Jakarta: MedPress. Hlm 228.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan